Dapur MPASI untuk Penyintas Terdampak Bencana di Palu, Siggi dan Donggala Sulawesi Tengah

BSM Umat - Bencana di Palu adalah termasuk salah satu gempa yang terbesar di Indonesia, pada tanggal 28 oktober 2018 dengan gempa berkekuatan 7,4 SR. Pada tanggal 30 September 2018

Laznas BSM Umat sudah berada di Kota Palu untuk memberikan bantuan, terutama dalam hal logistik makanan dan kebutuhan dasar lain.

Laznas BSM Umat berfokus pada penyediaan logistik Dapur Makanan Pendamping ASI (MPASI)-dapur khusus makanan bayi dan anak- serta sekaligus edukasi pada Pos Gizi. Kegiatan dilaksanakan pada 5 titik penyintas ini dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain seperti Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Provinsi Sulteng, Kemensos, dan Poltekkes Palu.

 

Laznas BSM Umat bertugas menyediakan logistik bahan mentah makanan sehat 4 bintang (makanan pokok, protein hewani, protein nabati/kacang-kacangan, dan sayur serta buah) ke titik-titik dapur MPASI yang telah disepakati. Penyediaan makanan khusus untuk anak di usia 6-59 bulan, terutama di kondisi paska bencana sangatlah penting. Hasil Pemantauan Status Gizi tahun 2017 menunjukkan bahwa angka balita pendek dan sangat pendek di Provinsi SulTeng mencapai 36.1, berada di atas angka nasional yang 29.6.

 

Saat ini dapur MPASI Laznas BSM disepakati berganti nama menjadi dapur PMBA. Perbedaan dengan sebelumnya adalah dengan memberi tambahan layanan berupa skrining status gizi dengan mengukur tinggi badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas balita yang hadir pada saat makan bersama di dapur PMBA Laznas BSM Umat. Edukasi materi gizi dan kesehatan secara umum juga menjadi lebih intensif agar kondisi kesehatan anak-anak terdapak bencana menjadi lebih baik.