Zakat Tumbuhkan Kebersamaan dan Hilangkan Individualistik

Laznas BSM Umat - "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka ..." (At-Taubah ayat 103).

Zakat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti yakni jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam, untuk diperuntukan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan dan syaratnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda bawah zakat memiliki nilai penting dalam pondasi-pondasi keumatan. Ia adalah salah satu rukun Islam. "Islam dibangun atas lima hal, kesaksian sungguh tiada tuhan selain Allah, sungguh Muhammad adalah utusan Allah, pelaksanaan shalat, pembayaran zakat, haji, dan puasa Ramadhan," (HR Bukhari dan Muslim).

Fundrising Alliance and Marcomm Group Laznas BSM Umat, Erwin Setiawan mengatakan, menjadi seorang amil merupakan pekerjaan yang bagus. Dia bercerita tentang pengelolaan zakat di BSM. Erwin menjelaskan, potensi zakat di BSM yaitu enam juta nasabah dengan 14 ribu di antaranya nasabah prioritas yakni muzakki. Kata dia, potensi tersebut sangat kecil dibandingkan dengan total potensi zakat seluruh Indonesia.

Erwin menambahkan, karenanya sebagai amil dibutuhkan orang yang semangat untuk mengembangkannya. Karena kewajiban kepada umat lebih besar dibandingkan waktu yang ada. Amil di Laznas BSM juga mengikuti perkembangan dunia digital. Karenanya, dirinya juga mengembangkan pengelolaan zakat dengan cara digital.

Hal tersebut merupakan bentuk inovasi yang terus dikembangkan oleh BSM. "Pola ini, zakat, infaq, sedakah bisa diinovasikan dengan teknologi dan bisa bermanfaat kepada jamaahnya," kata Erwi Setiawan dalam seminar Amil Goes to Campus di Kampus IPB, Bogor, Ahad (20/5/2018).

Sementara Direktur Muallaf Center Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Salahuddin El Ayubi mengatakan, alasan umat Islam harus berzakat. Menurut dia, zakat bertujuan untuk menghilangkan sikap individualistik.

Selain itu, zakat juga untuk menghilangkan kecemburuan sosial. Zakat juga untuk membangun kehormatan diri dan umat. "Zakat bagian pendidikan kepada generasi muda. Zakat momen membuktikan janji kita orang-orang beriman kepada Allah," kata Salahuddin di tempat yang sama.

Salahuddin menilai, mengelola zakat tidak mudah dikerjakan oleh seseorang. Menurutnya, pekerjaan tersebut hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa sosial. Karenanya, Salahuddin mendorong agar generasi muda juga turun langsung dengan menjadi amil. "Pekerjaan amil sarana mencapai surga," tandas Salahuddin.